Archive for October, 2009
Mother Nature
Oct 29th
Bila hutan yang hijau telah gersang
Bila kicau burung hanya terkurung
Bila bening sungai berganti kelam
Bila nyanyian alam menjadi hilang
*)
Kemana kita harus pergi
Dimana kita kan mencari
Reff:
Kerusakan di muka bumi karena tangan-tangan manusialah semata
Dan manusialah yang akan merasakan akibatnya
Let’s start to care and love mother nature
Bila mentari tertutup asap hitam
Bila udara tak lagi menyegarkan
Bila kehidupan tak pedulikan alam
Bila semua hanyalah keegoisan
Sumpah!!!, Saya Pemuda
Oct 28th
SUMPAH PEMUDA,
KAMI POETERA DAN POETERI INDONESIA, MENGAKOE BERTOEMPAH DARAH JANG SATOE, TANAH INDONESIA.
KAMI POETERA DAN POETERI INDONESIA, …………………………..
KAMI POETERA DAN POETERI INDONESIA, …………………………..
Saya yakin di antara kita ada atau banyak yang tidak hafal dengan text sumpah pemuda, padahal sumpah pemuda adalah momentum untuk kebangkitan Indonesia dari penjajahan. Well, meskipun banyak yang tidak hafal isi text Sumpah Pemuda, yang lebih penting dari itu adalah bukan hafalannya, tetapi bagaimana semangat sumpah pemuda itu menjalar pada tiap darah dan denyut nadi kita. Sehingga setiap saat kita menyingsingkan lengan baju, siap bekerja keras demi kemajuan bersama, sesuai dengan bidangnya masing-masing.
Jika semua komponen (baik rakyat dan Pemerintah) benar-benar bisa bekerjasama membangun Indonesia tercinta ini, saya yakin, tidak usah menunggu waktu lama kita bisa menjadi Negara yang maju melebihi Jepang atau Korea yang telah dulu maju. Jadi, jika anda bersumpah bahwa anda adalah pemuda, yuk kita bekerja memberikan yang terbaik bagi Agama dan bangsa kita, mulai dari diri sendiri, mulai dari hal yang kecil dan mulai saat ini juga (3M, sesuai dengan perkataan Aa Gym).
Mau dibawa ke mana Indonesiaku?
Oct 25th
Dalam magnum opusnya “Muqaddimah”, Ibn Khaldun menjelaskan tentang tahap-tahap timbul tenggelamnya suatu negara menjadi lima tahap, yaitu : Tahap konsolidasi, dimana otoritas negara dengan dasar “demokrasi” didukung oleh masyarakat (`ashabiyyah). Tahap tirani. Tahap penyalahgunan wewenang otoritas negara untuk kepentingan penguasa. Tahap pengamanan dari munculnya ancaman dimana penguasa selalu memandang kelompok kritis sebagai lawan. Dan tahap keruntuhan, dimana sistem kekuasaan tidak lagi berfungsi.
Tahap-tahap itu menurut Ibnu Khaldun memunculkan tiga generasi, yaitu: Generasi Pembangun, yang dengan segala kesederhanaan dan solidaritas yang tulus tunduk dibawah otoritas kekuasaan yang didukungnya. Generasi Penikmat, yakni mereka yang karena diuntungkan secara ekonomi dan politik dalam sistem kekuasaan , menjadi tidak peka lagi terhadap kepentingan bangsa dan negara. Generasi yang tidak lagi memiliki hubungan emosionil dengan negara. Mereka dapat melakukan apa saja yang mereka sukai tanpa mempedulikan nasib negara. Jika suatu bangsa sudah sampai pada generasi ketiga ini, maka keruntuhan negara sebagai sunnatullah sudah di ambang pintu, dan menurut Ibnu Khaldun tiap proses ini berlangsung sekitar satu abad.
Lima Agenda Tifatul Sembiring sebagai Menkominfo
Oct 22nd
Pengangkatan Tifatul Sembiring sebagai Mentri Komunikasi dan Informasi (Menkominfo) 2009-2014 menimbulkan nada pesimis dan optimis. Bagi mereka yang pesimis menyatakan bahwa kemajuan Internet khususnya di Indonesia akan mandeg dan sebagaian lagi menaruh optimis tinggi bahwa dia mampu membawa IT di Indonesia maju dengan alasan bahwa dia adalah seorang lulusan Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Informatika dan Komputer. Menanggapi itu Tifatul Sembiring langsung memaparkan 5 langkah-langkah kongkrit yang akan dikerjakan. Ada beberapa poin yang ditekankan oleh Presiden untuk Menkominfo selama 2009 – 2014 mendatang.
Yang pertama, adalah penggalakkan IT untuk masuk ke lembaga pendidikan secara merata. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kompetensi SDM dan daya saing.
Kedua, ICT masuk ke bidang bisnis. Dengan dengan keterlibatannya IT di dunia bisnis, diharapkan kesenjangan digital bisa lebih ditekan.
