Posted by Wong Jalur on October 25, 2009
Dalam magnum opusnya “Muqaddimah”, Ibn Khaldun menjelaskan tentang tahap-tahap timbul tenggelamnya suatu negara menjadi lima tahap, yaitu : Tahap konsolidasi, dimana otoritas negara dengan dasar “demokrasi” didukung oleh masyarakat (`ashabiyyah). Tahap tirani. Tahap penyalahgunan wewenang otoritas negara untuk kepentingan penguasa. Tahap pengamanan dari munculnya ancaman dimana penguasa selalu memandang kelompok kritis sebagai lawan. Dan tahap [...]
Posted by Wong Jalur on October 24, 2009
Nduk… Perjuangan itu bukan soal menang atau kalah Perjuangan pada jalan kebenaran itu pahit Perjuangan itu butuh pengorbanan Perjuangan itu butuh kesabaran Sabar ya Nduk… Jangan hanya karena gosip engkau patah Jangan hanya karena suara burung kau mutung Jangan semua itu membuatmu murung dan Ingin meninggalkan jalan surga ini. Sabar ya Nduk… Dunia membutuhkanmu Orang-orang [...]
Posted by Wong Jalur on October 21, 2009
Jika mendengarkan dan mengamati pidato Presiden ketika diangkat menjadi presiden kemarin, di samping kesiapannya bersama dengan para Mentri sebagai teman seperjuangan untuk memajukan ekonomi, keadilandan menjadikan Indonesia tempat yang nyaman, saya menangkap hal yang saya rasa itulah yang menjadi mesin penggerak kerja Presiden bersama para pembantunya yaitu kalimat “kerja keras kerja cerdas”. Kenapa saya katakan [...]
Posted by Wong Jalur on October 19, 2009
Pondok Pesantren menurut para ahli dianggap sebagai lembaga pendidikan Islam yang pertama kali ada di Indonesia. Nurcholis Madjid mengatakan bahwa Pesantren adalah lembaga pendidikan indigenous. Sebagai lembaga indigenous, pesantren muncul dan berkembang dari pengalaman sosiologis masyarakat lingkungannya. Artinya, pesantren mempunyai keterkaitan yang erat dan tidak terpisahkan dengan lingkungannya. Sebuah lembaga pendidikan yang sangat unik juga [...]
Posted by Wong Jalur on October 18, 2009
Kriiiiiiiiiiiiiiiiiiiii….ng.. (T) Kriiiiiiiiiiiiiing…….. (T) Saya : Assalamu’alaikum. Dia : Wa’alaikumsalam, bisa bicara dengan Pak M. Niam? Saya : Ya saya sendiri, ada yang bisa saya bantu? Dia : Maaf pak, kami dari pihak kepresidenan mau memberitahukan bahwa anda sangat diharapkan kehadirannya [...]