Tulisan ini tidak bermaksud menyinggung PKS dan juga kadernya, bukan berarti juga saya murtad karena tidak mendukung PKS yang menurut sebagian orang di indonesia benar-benar partai yang menjalankan syari’at islam atau sesuai dengan politik islam. Tulisan ini sebenarnya terilhami dari tulisan almarhum cak Nur yang mengatakan Islam yes partai Islam No. kebalikannya, saya mengatakan partai islam yes, PKS no. seiring dengan berubahnya waktu, barangkali cak nur juga akan berkata sama, tetapi sekali lagi itu mungkin.

Memasuki era reformasi, Indonesia seolah kehilangan arah, limbung. Ibarat kuda yang lepas dari kandang karena terikat kuat di zaman orde baru, masyarakat kita berbuat semaunya sendiri dengan dukungan reformasi yang mereka sendiri belum memahami betul apa maksud dari reformasi tersebut. Semuanya seolah tanpa batas, tanpa halangan.

Lebih parahnya, manusia orde baru yang telah kenyang dengan uang, harta dan wanita itu rupanya telah lapar kembali, sehingga mereka mencari akal untuk bisa kembali menjamah apa yang dulu mereka miliki. Perlombaan yang begitu ketat ini akhirnya melahirkan manusia bermuka dua, tiga, sembilan atau bahkan sepuluh.

Imbas dari itu, pemerintah tidak membatasi seberapa banyak partai yang boleh ikut dalam pemilihan umum. Hasilnya, semua berlomba menciptakan partai dengan tujuan utama yang sudah jelas, tahta dan uang.

Partai yang sangat berfariasi, mulai dari yang berasaskan nasionalis hingga membawa agama, atau ada juga yang mencampur adukkan antara asas agama dan nasional. Ya, mereka semuanya bersembunyi di balik asas partai dengan visi dan misi masing-masing. Tetapi, saya tidak pernah 100% percaya akan itu, sebelum kata-kata dan tulisan itu terbukti.

Entah apa maunya partai-partai baru yang muncul dengan berasaskan Islam itu. Jika kemunculan ini untuk mengimbangi pesatnya partai baru dengan aliran nasionalis, saya bisa menerima itu, sehingga saya katakan partai Islam yes. Tetapi, jika partai ini hanya dijadikan kedok untuk tujuan pribadi, saya akan katakan tidak.

Khusus untuk PKS yang katanya menunjukkan diri sebagai partai yang betul berasaskan islam? Itu masih menurut orang, dan setiap orang mempunyai persepsi masing-masing. Saya sendiri jika ditanya akan hal ini, saya hanya akan menjawab bahwa tiap kita mempunyai tugas dan tanggung jawab sendiri. Ada yang harus diam ditempat, dan ada yang pergi berperang, ada yang berjihad dengan peluru dan pedang, ada yang berjihad dengan belajar dan mengajar, ada yang berpartai, ada yang tidak harus berpartai. Dan saya termasuk orang yang tidak mau mencicipi hal yang berbau politik, kita punya tugas masing-masing yang keduanya sama nilainya dihadapan-Nya. Jadi, tidak untuk PKS.