Teman-temanku…hidup kita di dunia ini cuma sesaat, bisa dibilang hanya 35 tahun waktu aktif kita untuk mengisi kehidupan ini. Tugas kita di dunia tidak lebih hanya untuk berbuat kebaikan, beribadah kepada Sang Khaliq, sesuai dengan firman Allah “Dan tidaklah aku ciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepada-Ku”.

Teman-teman para wisudawan, jika kita kehilangan harta, kita masih bisa mencarinya, kita masih punya waktu untuk memiliki yang lebih banyak dari yang telah hilang. Jadi harta bukanlah segalanya, ia hanya barang kecil yang ada di sekitar kita.

Jika kita kehilangan ayah, kita masih memiliki ibu. Kehilangan ibu, masih ada anak, masih ada kakak, masih ada saudara yang bisa menemani kita dalam kehidupan ini. Jadi kehilangan seseorang yang kita cintai bukanlah merupakan kehilangan segalanya.

Jika kita kehilangan jabatan, masih ada jabatan lain yang menunggu. Dan jabatan bukanlah segalanya, baik tidaknya kita bukan dinilai dari jabatan, tetapi dari apa yang kita perbuat untuk kebaikan orang lain.

Tetapi, jika kita kehilangan cita-cita, kehilangan impian, maka hilanglang semuanya. Kehilangan harta masih bisa dicari gantinya, kehilangan jabatan masih ada jabatan lain yang menunggu, kehilangan orang yang dicintai masih ada orang lain yang siap menemani kita, kehilangan cita-cita dan impian berarti kita kehilangan masa depan.

Teman-teman…,Indonesia ada hingga kini tidak lain karena adanya cita-cita dan impian para pendahulu kita, cita-cita akan adanya Indonesia yang merdeka, Indonesia yang berdaulat dan menjadi negara yang besar. Indonesia bukanlah negara kecil jika masyarakatnya mempunyai cita-cita dan impian yang besar, cita-cita dan impian yang tinggi.

Teman-teman wisudawan, hidup kita hanya sebentar, jika hidup kita yang sebentar ini tidak mempunyai cita-cita dan impian besar untuk kemajuan, apalah artinya hidup ini. Bukanlah manusia jika hidup tanpa perubahan dan kemajuan, dan perubahan serta kemajuan itu terlahir dari sebuah cita-cita dan impian. Maka, mari bersama-sama kita bangun impian dan cita-cita kita demi terciptanya kehidupan yang maju dan makmur. Apa yang terjadi hari ini pada dasarnya adalah mimpi-mimpi kita kemarin, dan apa yang akan terjadi esok adalah buah dari mimpi dan cita-cita kita hari ini,. Jadi, mari kita menciptakan cita-cita dan impian besar hari ini agar impian dan cita-cita besar kita bisa terwujud esok.

Note:

Pesan Prof. Dr. Malik Fadjar, M.Sc. dalam acara ramah tamah dengan wisudawan pascasarjana UMM Malang, 04 desember 2009.