My real name is Muhammad Ni’am, teman-teman biasa memanggil Ni’am, di dunia maya nama yang dipakai adalah Wong Jalur, bukan sebagai bentuk menyembunyikan identitas, tetapi lebih karena bangga. Bangga karena Jalur adalah nama daerah sendiri yang karena bentuk/ tata letak desanya berbentuk jalur-jalur yang dipisahkan dengan sungai hingga sering disebut Jalur. Daerah ex transmigrasi (dari Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Madura, dan Bugis) yang terletak di Kec. Muara Sugihan Kab. Banyuasin Sumatera Selatan dan hingga 2009 telah berumur 29 tahun tetapi masih menjadi daerah yang tertinggal. Air minum masih mengandalkan air hujan, jalan darat ke kota belum ada serta listrik belum masuk adalah ciri tertinggalnya daerah ini (saya). Ditambah dengan angka putus sekolah yang tinggi melengkapi kondisi tertinggalnya daerah ini. Adalah hal yang biasa jika anak/ pemuda di sana hanya menyelesaikan sekolah hingga SD saja bahkan banyak yang tidak tamat SD, sehingga rata-rata kehidupan ekonomi masyarakat sangat rendah.  Alasan  mereka tidak sekolah hampir mirip dengan anak-anak di Betung, Bangka yaitu sekolah hanya membuang waktu saja, mending kerja dan langsung dapat hasil. Tetapi, inilah ladang amal bagi saya dengan cara membangun daerah yang tertinggal ini. Wong Jalur, berarti orang yang berasal dari Jalur.

Sejak tahun 2008, setelah menempuh pendidikan di Jawa saya kembali ke daerah ini untuk mencoba mengamalkan ilmu yang didapat dan ikut membantu membangun daerah dan masyarakat di Jalur sesuai dengan kemampuan yang dimiliki yaitu di bidang pendidikan. Dari sisi pendidikan inilah saya berusaha membantu membangkitkan masyarakat di Jalur, sebab menurut saya pendidikan inilah faktor yang menjadikan daerah ini masih tertinggal.

Jika timbul pertanyaan bagaimana cara saya ngeblog sedangkan di daerah saya listrik saja belum masuk?, maka jawabannya adalah; ketika blog ini terupdate, artinya saya sedang ada di kota yang biasanya sedang menyelesaiakan urusan sekolah hingga harus ke kota. Jika blog ini tidak terupdate, tidak ada komentar balasan atau tidak ada aktifitas blogwalking ke blog sahabat berarti saya sedang ada di Desa bersama dengan anak-anak yang butuh sekali perhatian.

Blog inisebenarnya sudah ada sejak Mei 2009, cuma karena saat itu saya harus ke kampung, jadi blog ini terbengkalai, hanya domain sja tanpa isi. Baru pada bulan september mulai dihidupkan ketika kebetulan sedang ke kota sehingga bisa mengakses internet. Dan sesuai dengan tag line blog ini “All About Wong Kampung’s Opinions”, maka blog ini akan berisi tulisan-tulisan sampah dari apa yang ada di kepala saya (orang kampung) terutama menyangkut Islam, pendidikan, pesantren dan hal-hal  kontemporer lain. Dan bagi anda yang mau membaca tulisan-tulisan sampah saya yo monggo…bagi yang ndak mau membaca apalagi melirik yo..monggoo..yang mau kasih komentar yo monggo…yang tidak mau kasih komentar yoo…Ooo keterlaluan…! :twisted: