Coretan
Award Persahabatan
Nov 18th
To the point aja, dua hari kemaren (17&18 November 2009) ada pesan dari Mas Alwi dan Cah Ndeso bahwa Wong Jalur mendapatkan award, untuk itu dimohon mendatangi blog mereka dan menerima award tersebut. “It’s surprising me”, baru kali ini saya dapat award, apalagi setelah dilihat awardnya berupa award persahabatan sebagai usaha untuk terus mengikatkan persaudaraan di dunia maya.
Antara Pria Berjubah dan Robot Ibn Sina
Nov 6th
Dari detik.com diberitakan bahwa tim UAE (United Arab Emirates) University berhasil membuat robot android (mirip manusia) yang dinamakan Ibn Sina (tokoh muslim terdahulu yang terkenal sebagai ahli fiqh, ahli kedokteran dan astronomi). Uniknya, robot ini (disetting) bisa berbahasa Arab dan bentuknya juga mirip orang Arab kebanyakan, bahkan kalo saya sendiri melihatnya seperti Usamah ibn Laden
. Yang membuat hebat adalah, robot ini ternyata bisa tugaskan untuk menjadi resepsionis dan penjaga mall. Buktinya adalah telah di pekerjakannya (kaya’ manusia aja) beberapa robot ini di Al Ain mall. Menurut ketua proyek pembuatan robot ini Nikolaos Mavridis, si robot bisa mendeteksi bukan hanya ucapan tetapi juga reaksi, tanda gerak tubuh dll, sehingga dia bisa membantu para pengunjung dengan menjadi petunjuk (guide) juga sebagai kasir. Dua alasan kenapa robot ini di namakan Ibn Sina dan dengan wajah khas arab menurut Mavridis adalah pertama, kita menginginkan seseorang yang orang-orang di daerah bisa melihat sebagai salah satu orang mereka sendiri, kedua, kita menginginkan seseorang yang membawa nilai-nilai yang penting bagi daerah sendiri seperti sains dan filsafat. Lalu apa hubungannya dengan pria berjubah?.
Model Iklan Kost di Indonesia
Nov 2nd
Bagi sebagian orang mungkin ini sudah basi, tetapi bagi saya ini baru. Meskipun sebenarnya sudah lama saya melihatnya disekitar kampus, tetapi baru kali ini hal itu membuat pikiran saya tergelitik. What’s that? it’s about iklan/ tulisan di tiap depan rumah yang menyediakan kost. Apanya yang lucu?, bukan lucu sebenarnya, tapi lebih kearah kreatif atau bisa juga rasa was-was. Ada tulisan iklan seperti ini “MENERIMA KOST LAKI-LAKI”/ “MENERIMA KOST PEREMPUAN”, barangkali yang ini masih biasa. Ada juga tulisan “MENERIMA KOST LELAKI/ PEREMPUAN YANG SOPAN”, di sini saya bingung, bagaimana ukuran sopan itu menurut Ibu kost?. Barangkali akan ada wawancara dulu antara penyewa dengan Ibu kost, sehingga dari situ ditentukan apakah si penyewa sopan atau tidak. Tetapi ada juga yang menuliskan dengan sedikit jelas, misalnya “MENERIMA KOST PUTRA / PUTRI YANG TIDAK MEMAKAI TINDIK DAN TIDAK BERTATTO”, ini barangkali disebabkan banyak kejadian tidak mengenakkan disebabkan oleh anak kost yang bertatto dan bertindik (sekali lagi mungkin). Tulisan lain, “MENERIMA KOST PEREMPUAN BERJILBAB”, yang ini barangkali ibu kostnya taat beragama. Yang parah menurut saya adalah iklan dengan tulisan “MENERIMA KOST PEREMPUAN TANPA JAM MALAM”, hemm…anda bisa bayangkan sendiri dah.
Mother Nature
Oct 29th
Bila hutan yang hijau telah gersang
Bila kicau burung hanya terkurung
Bila bening sungai berganti kelam
Bila nyanyian alam menjadi hilang
*)
Kemana kita harus pergi
Dimana kita kan mencari
Reff:
Kerusakan di muka bumi karena tangan-tangan manusialah semata
Dan manusialah yang akan merasakan akibatnya
Let’s start to care and love mother nature
Bila mentari tertutup asap hitam
Bila udara tak lagi menyegarkan
Bila kehidupan tak pedulikan alam
Bila semua hanyalah keegoisan
Keindahan dalam balutan sakralitas
Oct 20th
Senang, deg-degan juga rasa takut hari itu bercampur baur dalam dirinya. Sebentar-bentar dia keluar kamar hanya untuk sekedar menyalurkan percampuran rasa hatinya pada alam dan manusia yang saat itu juga sedang banyak dirumahnya. Hari itu memang H-1 pernikahannya dengan seorang pujaan. Sembari terus menghafal “kalimat sakti” yang sebenarnya sudah hafal diluar “dengkul” karena saking hafalnya. Tetapi percampuran rasa membuatnya kadang lupa.
Pada hari H, perasaan itu memuncak dan klimaksnya adalah ketika harus mengucapkan kalimat sakti “Ijab Qabul”. Ketegangan menyelimuti semua keluarga yang berharap si pengucap kalimat sakti bisa dengan lancar dan tanpa harus mengulangi 2, 3, 4 atau bahkan 10 kali untuk menjadikan si pujaan hati sah menjadi miliknya. Dan….ketika si mempelai putra berhasil mengucapkan dengan lancar, pecahlah ketegangan itu berganti senyuman kebahagiaan yang tak terlukiskan. Suasana sakral yang ada membuat semuanya tegang dan begitu menghormati acara pernikahan khususnya “Ijab Qabul” antara dua mempelai. Tetapi, dibalik sakralitas itu tersimpan kebahagiaan yang luar biasa. Kebahagiaan hanya bagi mereka yang “SIAP” untuk mengarungi kehidupan berbeda, kehidupan yang sempurna.
