Article

Manisnya Iman

Atheis   : Kenapa anda beriman (percaya) kepada (adanya) Tuhan padahal anda tak bisa melihat-Nya?

Mu’min : Karena saya merasakan manisnya keimanan saya.

Atheis   : Bisakah anda menjelaskan maksud merasakan manis tanpa bisa melihat dan menyentuh-Nya?

Mu’min : Pernahkah anda makan permen?

Atheis   : Pernah dan sering.

Mu’min : Bagaimana rasanya?

Atheis   : Manis.

Mu’min : Bisakan anda melihat rasa manis tersebut?

Atheis   : Tidak.

Mu’min : Begitulah rasanya beriman pada Tuhan, kita bisa merasakan manisnya meski tidak melihat & menyentuh Tuhan.

16 Komentar ke “Manisnya Iman”

  1. bukan facebook
    October 17, 2009 pada 5:49 am #

    dan tentunya merasakan pahitnya kalau tidak beriman, sepertinya pahitnya sesuatu kalau tanpa gula :D

  2. RitaSusanti
    October 17, 2009 pada 8:04 am #

    Ya, karena sesuatu yg tak terlihat bukan berarti tak ada…
    Dan DIA yang maha sempurna dengan zat nya yg ghaib..
    .-= RitaSusanti´s last blog ..Kata Terurai Jadi Laku =-.

  3. ais ariani
    October 17, 2009 pada 10:34 am #

    hmph… percakapan seperti ini masih berlanjut gak yah?

    • admin
      October 19, 2009 pada 10:35 pm #

      Klo ada ide insya Allah masih Neng :baca:

  4. dasir
    October 17, 2009 pada 10:46 am #

    Saya beriman kepada Alloh SWT tanpa melihatnya..tp sy yakin Alloh ada..meskipun msh sering melanggar laranganNya dan tdk memjalankan perintahnya..makasih ya mas atas kunjungannya..salam kenal dan jangan bosan ya..

  5. masnur
    October 17, 2009 pada 3:47 pm #

    Salam kenal, makasih kunjungannya ke blogku Mas. Penasaran, apa ya artinya Wong Jalur……????
    .-= masnur´s last blog ..Bersyukur melalui target =-.

    • admin
      October 18, 2009 pada 3:35 pm #

      Wong=Orang dalam bahasa Jawa, Jalur=Nama tempat di Kab. Banyuasin, tempat yg sangat terpencil hingga saat ini untk minum saja masih mengandalkan air hujan, listrik blm masuk, ke kota hanya bisa pake kendaraan sungai. Wong Jalur artinya orang dari Jalur, nama yg menginspirasi saya untuk bisa membawa daerah tertinggal ini menuju lebih baik, semoga.

  6. dobleh yang malang
    October 17, 2009 pada 3:59 pm #

    selalu senang berkunjung kesini
    karena ada nilainya
    salam hangat selalu
    met malam mingguan yah

  7. yangputri
    October 17, 2009 pada 4:28 pm #

    teeeeeeesss kelimaaaaaaaaaaaaxxxx
    .-= yangputri´s last blog ..Bansus =-.

  8. bakulrujak
    October 17, 2009 pada 5:37 pm #

    post yang singkat namun sarat makna.
    semoga kita selalu menjadi hamba yang pandai memelihara iman. amin..

  9. udienroy
    October 17, 2009 pada 7:21 pm #

    Hmmm topik yang hebat. Se’andainya aku jadi “ipin” aku pasti berkata kepada “upin”

    “Waaaaw heeebatt… Betul kan Upin?” lalu
    Upin menjawab

    “Betull..!
    Betull..!
    Betull..!”

  10. Siti Fatimah Ahmad
    October 20, 2009 pada 1:23 am #

    Assalaamu’alaikum

    Alhamdulillah dan terima kasih atas kunjungan pertama dari Wong Jalur ke laman saya. Ini ziarah balas. Manisnya iman hanya dikecapi jika kita benar-benar yakin bahawa Alah itulah Tuhan kita. Kenapa “al-Mu’minun” ditulis banyak dalam alQuran berbanding al-Muslimun.Maka ia harus dijawab oleh kita sendiri.. Salam kenal dan salam mesra dari Malaysia.
    .-= Tulisan terakhir Siti Fatimah Ahmad ..TULISLAH: KALAU RASA TIDAK TENANG (1) =-.

    • admin
      October 20, 2009 pada 5:49 am #

      Salam kenal dan mesra juga dai indonesia, terima bnyak sudah sudi mampir ke laman wong jalur.

      • Vinus
        October 20, 2009 pada 7:04 pm #

        Salam kenal juga dari serawak. (l)

  11. Desri Susilawani
    October 23, 2009 pada 6:51 am #

    wah…percakapan yang bagus! jadi punya jawaban yang bisa diterima oleh anak kecil sekalipun nee…maklumlah bang….anak kecil kalo nanya suka detil gimana gitu…
    .-= Tulisan terakhir Desri Susilawani ..Jangan buang anakmu ! =-.

  12. Pecinta Kuliner
    November 28, 2009 pada 2:09 pm #

    Keren.. :setuju:

Beri jawaban