Allahu Akbar Allahu Akbar Allahu Akbar, Laa ilaaha illa Allahu wa Allahu akbar, Allahu Akbar wa lillaahilhamd.
Gema takbir membahana di seantero jagad sebagai tanda datangnya hari Iedul Adha, hari dimulainya rukun haji bagi mereka yang berada di Makkah untuk menyempurnakan rukun Islam, dan hari berkurban bagi mereka yang belum berkesempatan mengunjungi bayt Allah (rumah Allah). Berkurban, artinya keikhlasan berderma dengan sesama, keikhlasan dalam berbagi nikmat yang telah Allah berikan. Sebuah ajaran mulia yang menunjukan Islam sebagai agama rahmat lil ‘alamiin, agama universal. Terkait perintah berkurban, Allah SWT berfirman:
?????? ????????????? ??????????? (?)??????? ????????? ????????? (?)????? ????????? ???? ????????? (?)
Artinya: Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak. Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu; dan berkorbanlah. Sesungguhnya orang-orang yang membenci kamu dialah yang terputus (dari rahmat Allah). (QS. Al Kautsar: 1-3).
Dari firman Allah di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa berkurban mengandung dua makna, yaitu: pertama, keimanan vertikal (hablun min Allah), sebagai bukti rasa syukur muslim kepada khaliq-Nya atas nikmat yang telah diberikan. Kedua, keimanan horizontal (hamblun min an-naas), sebagi bentuk keimanan sosial dengan keikhlasan dalam berbagi nikmat yang telah Allahberikan pada seorang muslim.
Implementasi dua keimanan itulah yang membawa seorang muslim menaiki tangga tertinggi yaitu ihsan. Seorang muhsin adalah mereka yang bukan saja mampu beriman secara vertikal (hablun min Allah) tetapi juga mampu melaksanakan keimanan secara horizontal (hamblun min an-naas). Banyak hadist yang menganjurkan muslim bukan saja beriman dengan cara beribadah formal tetapi juga mampu bermu’amalah dengan baik kepada sesamanya.
Abi Hurairah ra berkata, bahwa Rasulullah saw telah bersabda: “Orang-orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik budi pekertinya. Dan sebaik-baik orang di antara kamu adalah yang paling baik akhlaknya terhadap sanak keluarga.” (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi, dan termasuk hadis hasan shahih).
Semoga momentum Idul Adha ini dapat menjadikan kita semua senantiasa mempersungguh ibadahnya masing-masing dan menjalankan apa yang sudah diperintahkan Gusti Alloh lewat Qur’an dan hadits.
Salam hangat dari afrika barat, mudah2an bisa menjalankan ibadah haji tahun depan ya..
Salamhangat kembali, smg bisa haji Aamiin.
salam kenal
dari padang
:mantab:
Sama2 salam kenal juga :rokok:
i am coming wong.., taqabalallaahu minnaa wa minkum…
tulisan yg inspiratif.good luck