Siapakah Ismail Anda?

Keihklasan dan kesadaran bahwa apa yang kita miliki adalah milik Allah sebagai sebuah amanah yang diberikan kepada kita adalah hal mutlak yang harus ada dalam hati kita. Maka ketika milik Allah tersebut diminta dn diambil oleh yang punya atau untuk diberikan kepada yang lain, kita tidak boleh menolak, marah apalagi membenci Sang Pemberi.

Nabi Ibrahim memahami betul makna dari amanah itu. Ketika pengharapan yang begitu lama akan lahirnya buah keturunan itu datang dengan lahirnya Ismail, tiba-tiba saja Allah memerintahkan Ibrahim untuk mengorbankan Ismail. Tetapi dengan penuh keikhlasan Ibrahim memenuhi perintah Allah tersebut. Suatu hal yang sangat berat jika bukan karena iman yang kokoh, iman yang menyeluruh, penuh dengan kesadaran bahwa segala sesuatu adalah milik Allah semata, kesadaran bahwa hidup di dunia ini dan segala hal yang kita lakukan adalah untuk beribadah kepada-Nya.

“Katakanlah: sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanya untuk Allah SWT Tuhan sekalian alam”. (QS. Al-An’aam: 162).

Yang harus kita lakukan selanjutnya untuk meneladani sikap Ibrahim adalah mempertanyakan pada diri kita, siapakah Ismail kita?. Jika Ismail kita adalah si bungsu, siapkah jika hari ini bahkan detik ini dia diambil oleh Sang Pemberi?, siapkah kita jika tiba-tiba dia mendapat kecelakaan?. Jika kita benar-benar siap dengan hal ini, tanpa terus menerus didera kesedihan mendalam karena kehilangan si bungsu, alangkah bahagianya si bungsu karena mempunyai orang tua yang memiliki ketakwaan dan keimanan menyeluruh, senyumannya pasti tak akan pernah putus karena menyaksikan orang tuanya masuk syurga hanya karena kesadaran bahwa semua adalah milik-Nya dan akan kembali pada-Nya.

Jika Ismail kita adalah harta, siapkah jika detik ini tiba-tiba harta tersebut hilang karena diambil pencuri, kebakaran atau bahkan mengalami kebangkrutan dalam usaha?. Jika kita siap dengan ini, tentu harta tersebut akan sangat bahagia karena mendapatkan majikan yang begitu memiliki keyakinan akan kuasa Allah.

Jika Ismail kita adalah tahta, siapkah kita jika suatu saat kita harus diberhentikan atau bahkan diturunkan paksa dari jabatan kita tersebut?. Jika kita siap dengan itu, tentu si tahta akan selalu berdo’a agar dia diberikan kemuliaan di dunia dan akhirat.

Jika Ismail kita adalah istri/ suami, siapkah kita jika suatu saat dia harus meninggalkan kita?. Siapkah kita kehilangan orang-orang yang paling kita cintai?, siapkah kita kehilangan harta yang kita cari dengan derasnya cucuran keringat?, siapkah kita kehilangan jabatan fana yang sedang kita sandang saat ini?. Sekali lagi, sesungguhnya semua itu milik Allah dan pasti akan kembali kepada Allah.

Leave a comment

61 Comments.

  1. Ismael saya siapa yah…
    Semoga Triunt selalu diberi ketabahan, manakakala menghadapi kehilangan 8)

  2. sebuah catatan untuk belajar ikhlas ya Mas.
    Terima kasih sekali sudah mengingatkan. :-D

  3. assalamualaikum
    memang saya belum memiliki buah hati..
    tapi doakanlah saya semoga saya menjadi ismail bagi keluarga saya…
    amin…
    salam kenal aja dari Napi…
    be your self….
    sekalian kalau mau tuker link sama aku..
    terima kasih…

  4. semua berasal dari Allah, dan kepada-Nya lah semua akan kembali. Apa yang kita miliki, sayangi, cintai, kasihi, adalah titipan semata. yang namanya titipan pasti suatu saat akan diambil oleh yang punya.

  5. artikelnya bermanfaat sekali…trimakasih sudah berbagi ilmu melalui cerita dalam artikel…

    salam, ^_^

  6. semua yg kita punya ini tidak lain adalah milik Allah semata…jd seharusnya byk yg menyadari utk tidak sombong atas apa yg mereka punyai itu..ya kan kang?

  7. informatif dan bermanfaat sekali postingannya..semoga semakin bermanfaat utk semuanya yah..amin

  8. Pertanyaan yang sulit dijawab, terutama yang berhubungan dengan suami dan anak, mereka adalah orang-orang tercinta saya… :)
    Rasa ikhlas pada saat kita kehilangan seseorang yang dicintai, perlu iman yang kuat dan kepasrahan yang tulus agar kita bisa memandang ‘musibah’ tersebut sebagai berkah…
    Salam kenal juga ya!

  9. makasih atas supportnya kemaren….btw kok artikelnya belum di update?

  10. ga mudah untuk menemukan “Ismail” kita,, butuh keikhlasan dan keyakinan yg sangat pada Allah.. kalo belum bisa, apa kita blm yakin sama Allah ya?
    Smoga tidak.. :)
    duhh.. jadi berpikir keras.. :mikir:

    btw, nice post n nice blog :mantab:

  11. malam.
    blue menyukai poistingan baikmu bang
    salam hangat selalu

  12. Alhamdulillah…kedua Ismail-ku dah sembuh!

  13. Begitulah kalau memiliki anak sholeh seperti ismail, lagipula dia berbakti kepada orang tuanya.

  14. Menyapa sahabat di pagi hari,

    Salam Damai di Bumi, and Have a Nice Day

  15. Segalanya hanya untuk Allah dan karena Allah itu yang seharusnya menjadi niat. Bukan karena untuk pamer kekayaan, kesombongan dan kemampuan dalam hal materi. Juga bukan karena sekedar pengen mendapat sebutan gelar HAJI.

  16. Assalaamu’alaikum

    Alhamdulillah… sampai juga menemui Wong Jalur di tanah indah bumi bertuah…Hmmm…apa saya salah rumah ya… kok lain aja nih… :D Rumah baru ya Wong Jalur ? Wah.. tampak menarik, kreatif, indah kerana berlatar putih dan bercahaya… TAHNIAH… kalau pindah rumah baru atau saya yang lama tidak singgah sudah lupa bentuknya…

    Nice artikel.. begitu mengesankan… SIAPAPUN ISMAIL ITU DI SISI SAYA salam keluarga saya… ambillah Ya Allah… kalau itu yang engkau kehendaki dan kalau itu masanya untuk dia pergi menerima panggilan-Mu.. aku meredhainya sebagaimana Nabi Ibrahim merelainya.

    Aku akan menjadi setabah Siti Hajar dan seteguh Ibrahim dalam menghadapi saat yang bakal menemui masanya kerana aku juga akan menyusuri jalan yang sama. Salam mesra dari Malaysia.

    • Bukan salah rumah ibu, tp rumahnya baru diperbaiki, biar lbih nyaman, karena yg kemaren sering bocor atapnya ;) .
      Terima kasih kunjungannya Ibu, salam hangat selalu juga ddari desa terpencil di Sumatera.

  17. mohon doanya pak, agar saia selalu siap sedia untuk berkurban

  18. Sementara ini rasanya saya baru siap dengan mengorbankan perasaan hawa nafsu. Terutama nafsu pengen cepet kaya hikhikhik.. :ngakak:

  19. Manusia ini memang hanya di beri hak guna pakai mas, bukan untuk memiliki, termasuk isteri dan anak2, orang yang kita cintai. walau berat lisan ini nuntuk mengucapkan siap dan ikhlas, saya kira sangat wajar mas jika juga terucap belum siap, he…

    tapi kalau waktunya tiba, siap tidak siap, maka harus siap

  20. siapakah ismailku? aku tak tahu teman… tak ada milikku di dunia ini, tapi terkadang aku lupa siapa diriku.. seorang hamba yang terkadang belum bisa ikhlas ketika milikNya diambil kembali… semoga seiring berjalan waktu, ketegaran&keikhlasan ibrahim dan ismail dapat kita jalani dalam hidup

  21. thanks sobat ..
    pencerahan yang mencerahkan di pagi yang cerah
    salam hangat dari bangka

Leave a Reply


[ Ctrl + Enter ]

Trackbacks and Pingbacks: