Jika mendengarkan dan mengamati pidato Presiden ketika diangkat menjadi presiden kemarin, di samping kesiapannya bersama dengan para Mentri sebagai teman seperjuangan untuk memajukan ekonomi, keadilandan menjadikan Indonesia tempat yang nyaman, saya menangkap hal yang saya rasa itulah yang menjadi mesin penggerak kerja Presiden bersama para pembantunya yaitu kalimat “kerja keras kerja cerdas”. Kenapa saya katakan sebagai mesin penggerak?, karena dengan slogan dan patokan inilah mereka akan bekerja sebagai wakil rakyat guna kemajuan Bangsa 5 tahun ke depan.
Bekerja keras, saya memaknainya sebagai usaha yang terus tanpa mengenal lelah sebagai wakil rakyat untuk kemajuan bangsa dan tentunya kemakmuran rakyat Indonesia. Cerdas artinya dalam berbuat dan bekerja tidak serampangan, semua melalui pertimbangan yang matang. Salah satu hukum ekonomi yang terkenal adalah “pengeluaran yang sedikit untuk menghasilkan keuntungan yang sebanyak-banyaknya”. Saya rasa kerja cerdas juga salah satunya berprinsip seperti itu, meskipun tidak monoton demikian.
Hanya sayangnya, ada kekurangan dari pedoman kerja presiden selam 5 tahun ke-depan dengan slogan “kerja keras kerja cerdas”nya. Kekurangan itu adalah “Kerja Ikhlas”. Karena ikhlas adalah ruh dari semua kegiatan kita, dengan ikhlaslah kita akan berbuat demi kebaikan dengan tanpa pamrih. Sebab jika kita masih bekerja meskipun dengan keras dan cerdas tetapi masih terselip rasa pamrih pada hati kita, ini akan menjadi bumerang pada suatu waktu nanti ketika pamrih yang diharap (seperti gaji dinaikkan) tidak didapatkan. Sekali lagi, Ikhlas adalah ruh dari semua perbuatan kita. Sehingga jika kita sudah bekerja keras dengan cerdas serta dilandasi Ikhlas, insya Allah yang akan muncul adalah sebuah kesuksesan sebagai buah dari perbuatan kita. Jadi, “Kerja Keras Kerja Cerdas Kerja Ikhlas Kerja Sukses”.
Kunjungan malam hari.
Nice inpo brow