Article

Kondom gratis, Mau Mau Mau?

Aih..aya aya wae, begitu komentar temanku Ujang tatkala mendengar penuturanku bahwa selama ini kampanye anti/ bahaya AIDS hampir selalu dibarengi dengan pembagian kondom gratis. Ah yang bener aja, apakah dengan membagikan kondom gratis akan meminimalisir penyakit AIDS? Aya aya wae pemerintah teh. Menurut si Ujang ini mah bukannya mencegah malah menyuburkan tuh penyakit. Alangkah senangnya mereka yang tiap hari kumpul kebo, begituan dengan selingkuhannya disodori kondom gratis. Penyakit AIDS itu penyebabnya karena mereka melakukan “hubungan” dengan pasangan tak sah, klo mau memberantas ini penyakit ya sadarkan mereka yang selalu “jajan” akan bahayanya AIDS, bukan malah diberi kondom gratis. Duar!!!!! Pintu kamar kost kami hamper jebol, itu karena spontanitas Ujang meluapkan emosi kekesalannya dengan rencana pemerintah dengan meninju pintu. Huh..untung ga’ jebol pintunya. Heh…belum sempat ane berfikir lemari ditendang pula, bruak!!!…..buku-buku diatas lemari sampai jatuh.

I am with Ujang, ga’ mungkin dengan pembagian kondom gratis ini (kaya’ bagi ta’jil gratis aja yah.. :) ) bisa mencegah penyebaran AIDS di Indonesia. Penyebab penyakit ini adalah rusaknya moral dimana selingkuh, “jajan” menjadi budaya. Pembagian kondom gratis bukan cara jitu melenyapkan aids, ini hanya sebagai tindakan yang paling kecil dari hal yang perlu kita lakukan yaitu menyadarkan, membawa mereka kearah positive. Jangan biarkan mereka terbelenggu dengan rantai kesenangan sesaat. Pemerintah sebagai lembaga yang bertanggung jawab tentunya harus memikirkan hal ini dengan serius, Bukan hanya menjadi bahan diskusi tanpa hasil. Lihatlah bagaimana UU Anti pornografi yang jelas-jelas merupakan tindakan nyata dari pemberantasan menyebarnya penyakit sosial malah ditolak dengan jutaan alasan. Kenapa sih mau jadi baik aja kita ini susah???

Masyarakat tentunya juga harus saling membantu untuk menyadarkan mereka yang telah terjerat dengan penyakit sosial ini. Dan hal paling penting tentunya adalah dimulai dari keluarga. Pendidikan keluarga yang baik akan menciptakan generasi yang paham akan mana yang shalih dan yang buruk, tidak mudah terbawa dan terpancing. Sebab kita tahu, sekarang ini sudah bukan berita luar biasa ketika anak SMP telah berani melakukan hal yang seharusnya dilakukan suami istri. Malah hal ini dijadikan sebagai kebanggaan, sensasional, dsb.

Kembali ke persoalan Kondom Gratis, seharusnya pemerintah jeli. Menurut penulis ini adalah usaha para Liberalism atau mereka yang menganut paham Free sex agar mereka mendapatkan tempat di negeri ini. Atau bahkan lebih dari itu yakni membuat Negara ini berfaham Free Sex seperti di Barat. Coba kita kembali kebelakang ketika mereka mencoba dengan berbagai cara dan alasan untuk melegalkan aborsi, bagaimana pula usaha mereka untuk menggagalkan UU anti Pornografi. Yang membuat miris adalah kenapa mereka yang menolak UU anti pornografi ini ternyata orang-orang Muslim juga. Subhanallah…ternyata sudah begitu kuatnya hegemoni para liberalism ini membuat opini tentang kebebasan yang sebebas bebasnya hingga beberapa Muslim sendiri sudah termakan isu-isu murahan yang mengatasnamakan HAM tersebut.

Ayolah Bangsaku tercinta, bangkit dan tendang jauh-jauh paham, isu, ajaran yang murahan ini dari negeri kita sehingga tercipta sebuah Negara yang makmur, bersih, adil, sejahtera, Baldatun Toyyibatun wa rabbun ghafur.

NOTE:

Tulisan ini sebenarnya adalah tulisan lama yang diedit ulang (dikiit) mengingat momennya pas tanggal 1 Desember ttg hari AIDS sedunia, dan mengingat tulisan ini masih miskin komentar karena ketika tulisan ini di publish saya tidak pernah blogwalking sehingga orang tak kenal siapa WongJalur.cOm.

52 Komentar ke “Kondom gratis, Mau Mau Mau?”

  1. Technomizer
    December 6, 2009 pada 11:45 pm #

    salam terlebih dahulu. ya begitulah memang. Justru itu membuat penyelewengan.

  2. Siti Fatimah Ahmad
    December 7, 2009 pada 4:45 am #

    Assalaamu’alaikum

    Sahabat dirai dan dijemput ke Laman Menulis Gaya Sendiri untuk menerima AWARD PERSAHABATAN – YOU’RE A GREAT BLOGGER sempena ULANG TAHUN PERTAMA laman saya. Salam mesra dari Port Dickson, Negeri Sembilan, Malaysia.

    SITI FATIMAH AHMAD

    # juga sahabat yang pernah berkomentar di laman saya dan melihat iklan ini, bimbang saya tidak sempat ke laman sahabat pula kerana terlalu ramainya.. :D

  3. tuteh
    December 8, 2009 pada 7:32 pm #

    Updateeeeeeeeee… :rokok: :gembira: :diam: (suka sama emot2 di sini lucu2 :D ) :melet:

    • Wong Jalur
      December 8, 2009 pada 8:02 pm #

      Tunggu tnggal mainnya, postingnya sedang diproses :pukul: :melet: :gembira:

  4. cah ndeso
    December 8, 2009 pada 9:12 pm #

    weeeeiittsss…..ganti baju lagi ya Mas :D

    Tambah seksi aja nih kayaknya. hiihihih…

    Salam sukses dari Lereng Muria dan emPIISSSSS :gembira: :gembira:

  5. Dangstars
    December 10, 2009 pada 10:44 am #

    Sekali waspada harus waspada

  6. Agus
    December 16, 2009 pada 1:17 pm #

    Ah itu mah cari sensasi aja :pukul:

  7. Agus
    December 21, 2009 pada 6:31 am #

    Ah gak bener tuh pembagian kondom gratis, mending pembagian beras kepada masyarakat miskin. Betul gak???

    • Alfian
      December 21, 2009 pada 7:54 am #

      :setuju: :mantab: :mantab:

  8. haris ahmad
    December 22, 2009 pada 11:53 am #

    :mantab: :mantab:
    Gak ahh :gembira: :gembira:

  9. tomi
    January 21, 2010 pada 12:24 pm #

    lebih baik menghindari seks sebelum nikah.. biar mantabs tanpa kondom :D
    spt kata Kaka,, nikmati darah perawan pada mlm pertama

  10. Andi
    February 23, 2010 pada 12:44 pm #

    Gak mau, gak mau…

  11. Sebar Iklan Baris Gratis Radhityanotes.com
    March 14, 2010 pada 6:55 am #

    Sepertinya pemahaman para petinggi negeri ini sudah hilang, sehingga tidak bisa melihat tujuan sebenarnya. Mereka hanya melihat ini kondom gratis.
    Padahal merusak moral dan mempermudah perzinaan

  12. Sebar Iklan Baris
    May 4, 2010 pada 8:27 am #

    Pokoknya ane ga setuju Brow, ini sama saja dengan melegalkan sex bebas, ga tau kemana n dari mana pemikiran seperti ini, yang dibutuhkan sekarang hanyalah bagaimana kita mendidik dan membina generasi kita agar tidak begitu “penasaran” dengan yang berbau gitu2an, MORAL harus ditingkatkan.

Beri jawaban