Article

Beragama Itu Totalitas

Dalam surat al-Baqarah ayat 208 Allah SWT berfirman: “Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu”.

Menurut para ulama, maksud ayat di atas adalah bahwa seorang yang menyatakan dirinya adalah muslim, wajib baginya untuk menerima apa yang ada dalam Islam dengan ikhlas secara keseluruhan, bukan setengah-setengah, bukan hanya memilih yang enak atau mudah saja dan meninggalkan yang susah, atau bahkan memilih hanya sesuai dengan kepentingan.

Memilih yang enak saja sesuai selera kita dan meninggalkan yang tidak kita suka hanya menunjukkan belum siapnya kita untuk memeluk agama ini. Sebab, memilih sebagian dan meninggalkan sebagian yang lain hanya akan membuat kita tidak menjadi seperti apa yang diharapkan Allah melalui agama-Nya.

Seorang muslim diperintahkan untuk shalat, berpuasa, zakat, menjaga silaturahim, menjaga aurat tak lain agar ia mencapai derajat manusia yang tinggi di hadapan Allah, yaitu derajat taqwa dan ihsan. Mereka yang telah sampai pada derajat ini kemudian disebut Muttaqien dan Muhsin. Seorang yang telah mencapai derajat inilah yang akan merasakan betul manfaat hidup dan manfaat penciptaan sebagai manusia.

Ibarat membuat ayam bakar, kita harus menyiapkan bahan-bahan dan mengikuti proses pembuatannya untuk menghasilkan ayam bakar yang lezat. Bahan utamanya tentu adalah ayam, api, kecap, gula, garam, dll. Jika kita ingin membuat ayam bakar tetapi bahan-bahannya seperti ayam atau api tidak ada, suatu hal yang mustahil untuk mendapatkan hasil hidangan ayam bakar. Sedangkan urusan seberapa manis, atau seberapa asinnya rasa ayam bakar itu tergantung pada selera kita masing-masing, sebab itu bukan hal pokok dalam pembuatan ayam bakar.

Seperti pembuatan ayam bakar di atas, jika kita memilih untuk menanggalkan pakaian yang menutup aurat, masih suka dugem, masih suka meninggalkan shalat, manalah mungkin kita mencapat derajat taqwa dan mendapatkan tempat di surga nanti?. Sedangkan urusan pakaian penutup aurat dengan warna hitam atau merah, shalat subuh dengan qunut atau tidak, itu bukanlah hal urgen, semuanya kembali kepada rasa keyakinan kita pada apa yang kita lakukan (dalam Islam ini disebut hal-hal furu’ atau cabang). Selama kita tidak meninggalkan shalat, selama kita tidak berpakaian tetapi telanjang atau bergoyang dengan pakaian minim, insya Allah kita masih dalam jalan yang harapkan oleh-Nya. Selanjutnya, marilah kita bertanya pada diri kita masing-masing “apakah hingga saat ini kita masih memilah-milih dalam melaksanakan perintah agama?”.

33 Komentar ke “Beragama Itu Totalitas”

  1. Batavusqu
    March 15, 2010 pada 4:13 am #

    Salam Takzim
    Islam harus dilaksanakan bukan hanya sekedar identitas saja, sehingga perlu melaksanakan apa yang diperintah dan meninggalkan apa yang dilarang. Terima kasih bang pencerahannya
    Salam Takzim Batavusqu

  2. Arie
    March 16, 2010 pada 7:35 am #

    Terima kash jg ats pemaparanya.senang bsa brkunjung ke blog anda.

  3. bukan detikcom
    March 17, 2010 pada 2:52 am #

    kalau memilih merokok atau tidak gimana om, termasuk totalitas beragama ndak? :D

    Ah, tapi saya sih sudah ndak merokok sejak 15 tahun lalu sih!

  4. ALRIS
    March 18, 2010 pada 6:35 pm #

    Posting keren mas. Salam kenal

    • Wong Jalur
      April 8, 2010 pada 1:40 am #

      Salam kenal juga Mas :)

      • Nanang
        April 8, 2010 pada 1:41 am #

        Ikutan ah, salam kenal kembali :mantab:

  5. aa' dalimunthe
    March 20, 2010 pada 10:53 am #

    hallo salam kenal…

  6. narno
    March 23, 2010 pada 4:11 am #

    jika hanya sebagian nanti hasilnya juga sebagian

    • Kenji
      April 22, 2010 pada 9:56 am #

      BETUL Mas, apalah artinya sebagian tanpa sebagian yang lain?

  7. Den Mas
    April 9, 2010 pada 2:41 am #

    Alhamdulillah, dapat satu lagi blognya marhalah 621. Keep writing bro, love it :)

    • Wong Jalur
      April 22, 2010 pada 10:19 am #

      Thank you for support bro :D

  8. Alwi
    April 9, 2010 pada 10:09 am #

    hadir kembali di sini tuk mengucapkan salam hangat dan jabat erat buat sahabat, semoga selalu sehat wal afiat …….

  9. Alwi
    April 9, 2010 pada 10:14 am #

    Postingan yang mencerahkan untuk pembacanya …. bahwa sebagai ummat beragama harus total dalam menjalankan amanah2 dari Allah SWT tidak setengah2 atau parsial atau bagian perbagian ….. walau prakteknya kadang tidak bisa total 100% apalagi untuk tingkatan seperti kita2 ini. Namun yg penting untuk tetap berusaha dan berupaya melakukan yang terbaik secara Istiqomah ….

  10. Alwi
    April 9, 2010 pada 10:15 am #

    Update lagi Yuk Kang ……

    • Wong Jalur
      April 9, 2010 pada 10:26 am #

      Mudah-mudahan bisa terus OL dan update lagi. Sekarang alhamdulillah sudah ada jaringan internet masuk kampung meski harus bayar mahal dan kecepatan yang lemot. :oops:

  11. netmild
    April 9, 2010 pada 11:45 am #

    :mangkel: bukan setengah-setengah, bukan hanya memilih yang enak atau mudah saja dan meninggalkan yang susah, atau bahkan memilih hanya sesuai dengan kepentingan.

    ni yang kadang saya masih susah mas…gimana ya caranya mas bisa kasih pencerahan dikit

    terima kasih

  12. yangputri
    April 9, 2010 pada 1:02 pm #

    walah maaf ya aku dah juga jarang bw lagi ni,
    dengan rumah baru ku insyaallah aku rajin bw lagi deh…

    jangan lupa berkunjung ya…

  13. andipeace
    April 9, 2010 pada 2:48 pm #

    berusaha dan terus berusaha agar jadi manusia yang berkategori Muttaqien dan Muhsin.terimakasih atas ulasannya yang perlu dikaji.

    salam sukses

  14. dobleh yang malang
    April 9, 2010 pada 5:04 pm #

    senang abang balik lagi
    kangen lama y tak bersapa

    postingan abang dr pertama sellau bikin blue bertambah pengetahuan untuk mencapai motivasi..heheh
    salam hangat dari blue

  15. sunflo
    April 9, 2010 pada 8:28 pm #

    yup.. beragama harus totalitas, menerima semua yang ada pahit atawa manis, karena iman itu adalah keyakinan…
    btw, welkam bek wong… qcari selama ini kemana kah dirimu… sukses selalu semoga selalu menyertaimu… aamiin

  16. nouf
    April 9, 2010 pada 8:29 pm #

    salam kenal wong jalur… selamat datang kembali di dunia blogging…

    • Wong Jalur
      April 9, 2010 pada 10:18 pm #

      Salam kenal kembali, semoga tidak bosan berkunjung meski jarang update ya :pukul:

  17. oelil
    April 10, 2010 pada 2:05 am #

    meng-imani memang seharusnya meng-amini yang di syaratkan… :mantab:

Beri jawaban