Memaknai, Bukan Sekedar Merayakan

Allahu Akbar Allahu Akbar Allahu Akbar, Laa ilaaha illa Allahu wa Allahu akbar, Allahu Akbar wa lillaahilhamd.

Gema takbir membahana di seantero jagad sebagai tanda datangnya hari Iedul Adha, hari dimulainya rukun haji bagi mereka yang berada di Makkah untuk menyempurnakan rukun Islam, dan hari berkurban bagi mereka yang belum berkesempatan mengunjungi bayt Allah (rumah Allah). Berkurban, artinya keikhlasan berderma dengan sesama, keikhlasan dalam berbagi nikmat yang telah Allah berikan. Sebuah ajaran mulia yang menunjukan Islam sebagai agama rahmat lil ‘alamiin, agama universal. Terkait perintah berkurban, Allah SWT berfirman:

More >

Kiamat Akan Datang Pada Tahun 2012, Siapa Takut?

Akhir-akhir ini media massa seolah mendapat makanan baru setelah kasus cicak dan buaya mulai meredup, apalagi jika bukan film yang menceritakan tentang kiamat yang diperkirakan akan datang pada tahun 2012, artinya tinggal 3 tahun lagi (dihitung dari tahun 2009) usia bumi sebagai planet yang hijau dan memiliki kehidupan ini. Dan tentu yang paling disarankan dengan kedatangan kiamat pada tahun 2012 ini adalah bagi mereka yang belum menikah untuk segera menikah sebelum tahun 2012 ;) . Sebab menurut para pakar cinta, “kehidupan ini tak berarti sebelum merasakan arti sebuah pernikahan” :lol: .

Kembali ke masalah film 2012, MUI ternyata juga menanggapi serius akan kehadiran film ini. Banyak yang menyayangkan dan melarang menyaksikan film ini karena dianggap melemahkan aqidah dan tauhid. Banyak juga yang merasa ketakutan dengan film yang katanya berdasarkan fakta ilmiah ini, sehingga kegusaran langsung menyelimuti, seolah hidup tinggal menunggu waktu. Namun tak banyak yang santai-santai saja menyikapi film ini, dan dengan tegas mereka menyatakan bahwa “Kiamat itu urusan Tuhan”.

Pencet untuk melanjutkan

Award Persahabatan

To the point aja, dua hari kemaren (17&18 November 2009) ada pesan dari Mas Alwi dan Cah Ndeso bahwa Wong Jalur mendapatkan award, untuk itu dimohon mendatangi blog mereka dan menerima award tersebut.  “It’s surprising me”, baru kali ini saya dapat award, apalagi setelah dilihat awardnya berupa award persahabatan sebagai usaha untuk terus mengikatkan  persaudaraan di dunia maya.

Meluncur ke arena

Jahiliyah Modern

Secara bahasa, jahiliyah berasal dari kata kerja jahala yang berarti bodoh, maka secara harfiyah bisa disimpulkan bahwa bodoh bisa diartikan sebagai tidak bisa membaca, menulis, menjawab soal, atau melakukan hal-hal yang mayoritas orang bisa melakukannya, atau bodoh juga berarti tidak mempunyai pengetahuan ilmiah, primitif, tidak berperadaban dan sebagainya. Dalam kajian Islam, kata jahiliyah sering disematkan kepada Arab pra-Islam. Hanya saja, pengertian jahiliyah yang disematkan kepada Arab pra Islam berbeda dengan arti jahiliyyah secara bahasa.

Mari kita berfikir sejenak, bukankah bangsa Arab sebelum Nabi Muhammad SAW terkenal dengan kemahiran dibidang Sya’ir? Tidakkah kita tahu bahwa bangsa Arab adalah mereka yang selalu menjaga tradisi dengan menghafal runtutan nasab mereka hingga runtutan yang sejauhnya?. Dengan demikian kata jahiliyyah yang disematkan kepada Arab pra-Islam bukan bermakna bodoh dan primitif. M. Quraish Shihab dalam Mukjizat Al Qur’an Ditinjau dari Aspek Kebahasaan, Isyarat Ilmiah, dan Pemberitaaan Ghaib (Mizan, 1999) menyebut beberapa pengetahuan yang dimiliki masyarakat Arab, diantaranya dalam bidang: Astronomi, tetapi terbatas pada penggunaan bintang untuk petunjuk jalan, atau mengetahui jenis musim. Meteorologi, mereka gunakan untuk mengetahui cuaca dan turunnya hujan. Pengobatan berdasarkan pengalaman. Perdukunan dan semacamnya. Bahasa dan Sastra (sering diadakan musabaqah [perlombaan] dalam menyusun syair atau petuah dan nasehat. Syair-syair yang dinilai indah, digantung di Ka’bah, sebagai penghormatan kepada penggubahnya sekaligus untuk dapat dinikmati oleh yang melihat atau membacanya. Penyair mendapat kedudukan yang istimewa. Mereka dinilai sebagai pembela kaumnya. Dengan syair mereka mengangkat reputasi satu kaum atau seseorang dan juga sebaliknya dapat menjatuhkannya).

More >

Antara Pria Berjubah dan Robot Ibn Sina

Dari detik.com diberitakan bahwa tim UAE (United Arab Emirates) University berhasil membuat robot android (mirip manusia) yang dinamakan Ibn Sina (tokoh muslim terdahulu yang terkenal sebagai  ahli fiqh, ahli kedokteran dan astronomi). Uniknya, robot ini (disetting) bisa berbahasa Arab dan bentuknya juga mirip orang Arab kebanyakan, bahkan kalo saya sendiri melihatnya seperti Usamah ibn Laden :razz: . Yang membuat hebat adalah, robot ini ternyata bisa tugaskan untuk menjadi resepsionis dan penjaga mall. Buktinya adalah telah di pekerjakannya (kaya’ manusia aja) beberapa robot ini di Al Ain mall. Menurut ketua proyek pembuatan robot ini Nikolaos Mavridis, si robot bisa mendeteksi bukan hanya ucapan tetapi juga reaksi, tanda gerak tubuh dll, sehingga dia bisa membantu para pengunjung dengan menjadi petunjuk (guide) juga sebagai kasir. Dua alasan kenapa robot ini di namakan Ibn Sina dan dengan wajah khas arab menurut Mavridis adalah pertama, kita menginginkan seseorang yang orang-orang di daerah bisa melihat sebagai salah satu orang mereka sendiri, kedua, kita menginginkan seseorang yang membawa nilai-nilai yang penting bagi daerah sendiri seperti sains dan filsafat. Lalu apa hubungannya dengan pria berjubah?.

Pencet untuk baca kelanjutannya kang