Model Iklan Kost di Indonesia

Bagi sebagian orang mungkin ini sudah basi, tetapi bagi saya ini baru. Meskipun sebenarnya sudah lama saya melihatnya disekitar kampus, tetapi baru kali ini hal itu membuat pikiran saya tergelitik. What’s that? it’s about iklan/ tulisan di tiap depan rumah yang menyediakan kost. Apanya yang lucu?, bukan lucu sebenarnya, tapi lebih kearah kreatif atau bisa juga rasa was-was. Ada tulisan iklan seperti ini “MENERIMA KOST LAKI-LAKI”/ “MENERIMA KOST PEREMPUAN”, barangkali yang ini masih biasa. Ada juga tulisan “MENERIMA KOST LELAKI/ PEREMPUAN YANG SOPAN”, di sini saya bingung, bagaimana ukuran sopan itu menurut Ibu kost?. Barangkali akan ada wawancara dulu antara penyewa dengan Ibu kost, sehingga dari situ ditentukan apakah si penyewa sopan atau tidak. Tetapi ada juga yang menuliskan dengan sedikit jelas, misalnya  “MENERIMA KOST PUTRA / PUTRI YANG TIDAK MEMAKAI TINDIK DAN TIDAK BERTATTO”, ini barangkali disebabkan banyak kejadian tidak mengenakkan disebabkan oleh anak kost yang bertatto dan bertindik (sekali lagi mungkin). Tulisan lain, “MENERIMA KOST PEREMPUAN BERJILBAB”, yang ini barangkali ibu kostnya taat beragama. Yang parah menurut saya adalah iklan dengan tulisan “MENERIMA KOST PEREMPUAN TANPA JAM MALAM”, hemm…anda bisa bayangkan sendiri dah. :roll:

Sebuah Catatan Kecil Bagi PKS

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) , siapa yang tidak kenal partai ini? Partai yang dengan asas Islam dan umurnya yang bayi ini sudah begitu fenomenal dengan menyabet 7,35 suara pada pemilu legislatif 2004, padahal pada awal beridinya pada pemilu 1999 PK hanya mendapat 1,3%.  Fenomena inilah yang kemudian banyak membuat masyarakat khususnya Muslim menyandarkan harapan pada PKS untuk menjadi partai yang bisa maju dan menjadi tempat aspirasi masyarakat Muslim Indonesia khususnya. Ditambah dengan kenyataan sejak berdirinya yang bernama Partai Keadilan (PK) dan dipresideni oleh Nur Mahmudi, para kader PK mampu menunjukan loyalitas kepemimpinan yang baik dan sesuai dengan slogan yang didengungkan yaitu bersih dan profesional baik di tingkat daerah maupun nasional. Dalam pemilu 2009 harapan itu begitu besar, dengan yakin meskipun sedikit bergurau Hidayat pernah berujar bahwa perolehan suara PKS bisa sampai 30%.

Tetapi kenyataannya, pada pemilu 2009 ini PKS hanya mendapatkan 7,88%. Sontak hal ini menjadi pertanyaan, ada apa dengan PKS? bahkan jika dilihat secara kasar setidaknya PKS akan mudah jika hanya mendapatkan suara 14% saja pada pemilu 2009. Fenomena atau kenyataan ini setidaknya bisa dilihat dari sisi internal dan eksternal. Lanjutkan membaca

Mother Nature

Bila hutan yang hijau telah gersang
Bila kicau burung hanya terkurung
Bila bening sungai berganti kelam
Bila nyanyian alam menjadi hilang

*)
Kemana kita harus pergi
Dimana kita kan mencari

Reff:
Kerusakan di muka bumi karena tangan-tangan manusialah semata
Dan manusialah yang akan merasakan akibatnya
Let’s start to care and love mother nature

Bila mentari tertutup asap hitam
Bila udara tak lagi menyegarkan
Bila kehidupan tak pedulikan alam
Bila semua hanyalah keegoisan

Lanjutkan bernyanyi

Sumpah!!!, Saya Pemuda

SUMPAH PEMUDA,

KAMI POETERA DAN POETERI INDONESIA, MENGAKOE BERTOEMPAH DARAH JANG SATOE, TANAH INDONESIA.

KAMI POETERA DAN POETERI INDONESIA, …………………………..

KAMI POETERA DAN POETERI INDONESIA, …………………………..

Saya yakin di antara kita ada atau banyak yang tidak hafal dengan text sumpah pemuda, padahal sumpah pemuda adalah momentum untuk kebangkitan Indonesia dari penjajahan. Well, meskipun banyak yang tidak hafal isi text Sumpah Pemuda, yang lebih penting dari itu adalah bukan hafalannya, tetapi bagaimana semangat sumpah pemuda itu menjalar pada tiap darah dan denyut nadi kita. Sehingga setiap saat kita menyingsingkan lengan baju, siap bekerja keras demi kemajuan bersama, sesuai dengan bidangnya masing-masing.

Jika semua komponen (baik rakyat dan Pemerintah) benar-benar bisa bekerjasama membangun Indonesia tercinta ini, saya yakin, tidak usah menunggu waktu lama kita bisa menjadi Negara yang maju melebihi Jepang atau Korea yang telah dulu maju. Jadi, jika anda bersumpah bahwa anda adalah pemuda, yuk kita bekerja memberikan yang terbaik bagi Agama dan bangsa kita, mulai dari diri sendiri, mulai dari hal yang kecil dan mulai saat ini juga (3M, sesuai dengan perkataan Aa Gym).

Lanjut yuk…

Mau dibawa ke mana Indonesiaku?

Dalam magnum opusnya “Muqaddimah”, Ibn Khaldun menjelaskan tentang tahap-tahap timbul tenggelamnya suatu negara menjadi lima tahap, yaitu : Tahap konsolidasi, dimana otoritas negara dengan dasar “demokrasi” didukung oleh masyarakat (`ashabiyyah). Tahap tirani. Tahap penyalahgunan wewenang otoritas negara untuk kepentingan penguasa. Tahap pengamanan dari munculnya ancaman dimana penguasa selalu memandang kelompok kritis sebagai lawan. Dan tahap keruntuhan, dimana sistem kekuasaan tidak lagi berfungsi.

Tahap-tahap itu menurut Ibnu Khaldun memunculkan tiga generasi, yaitu: Generasi Pembangun, yang dengan segala kesederhanaan dan solidaritas yang tulus tunduk dibawah otoritas kekuasaan yang didukungnya. Generasi Penikmat, yakni mereka yang karena diuntungkan secara ekonomi dan politik dalam sistem kekuasaan , menjadi tidak peka lagi terhadap kepentingan bangsa dan negara. Generasi yang tidak lagi memiliki hubungan emosionil dengan negara. Mereka dapat melakukan apa saja yang mereka sukai tanpa mempedulikan nasib negara. Jika suatu bangsa sudah sampai pada generasi ketiga ini, maka keruntuhan negara sebagai sunnatullah sudah di ambang pintu, dan menurut Ibnu Khaldun tiap proses ini berlangsung sekitar satu abad.

Baca kelanjutannya