Jadilah Muslim Intelektual

Kenapa harus Muslim Intelektual dan bukan Intelektual Muslim? Apa maksud dari Intelektual Muslim (a Muslim Intellectual)? Bukan hal aneh bahwa di Indonesia akhir-akhir ini banyak sekali Intelektual Muslim atau yang mengaku demikian, yaitu mereka yang [maaf] hanya mengerti sedikit tentang Islam tetapi mereka bicara tentang Islam yang karena kedangkalannya tentang Islam, kadang pemahamannya jauh dari esensinya atau paling tidak melenceng. Mereka seorang Ilmuan sehingga kadangkala apa yang diucapkannya mudah diiyakan oleh mereka yang menjadi muridnya atau pengikutnya. Dengan alasan bukti Ilmiah mereka mengobrak-abrik tatanan yang telah dibangun oleh para Ulama terdahulu yang menurut penulis sendiri Intelektual Muslim tersebut masih jauh dalam hal keilmuan dibanding dengan Para Ilmuan Muslim zaman dulu. Sebut saja Imam Al-Ghazali, Al-Farabi, Ibnu Rusyd, Ibnu Khaldun, dll. Sedang kita tahu bahwa para Ilmuan terdahulu melakukan risetnya berlandaskan keikhlasan, dan insya Allah tanpa tendensi dan bukan pula mencari sensasi.

More >

Ibn Khaldun, Bapak Sosiologi Modern

Nama asli Ibn Khaldun adalah Waliyuddin Abd Rahman ibn Muhammad ibn Muhammad  ibn Abi Bakr Muhammad  ibn Al-Hasan  ibn Khaldun. Lahir di Tunisia di awal bulan Ramadhan 732 H (27 Mei 1332 M) dan wafat di Kairo Mesir pada tanggal 25 Ramadhan 808 H (19 Maret 1406 M). Nama Ibn Khaldun sendiri dinisbatkan kepada kakeknya yang ke sembilan yaitu Khalid bin Ustman.

Keluarga Ibn Khaldun berasal dari Hadramaut dan silsilahnya  sampai kepada seorang sahabat Nabi bernama Wayl  Hujr dari kabilah Kindah. Salah seorang cucu Wayl yaitu Khalid bin Utsman memasuki wilayah Andalusia bersama-sama orang Arab penakluk wilayah bagian selatan Spanyol di awal abad ke-3 H (9 M). Keluarga Khalid ini kemudian terkenal dengan sebutan khaldun sebagai bentuk kebiasaan yang berlaku di Andalusia dan wilayah barat Laut Afrika yaitu penambahan kata “un” sebagai bentuk penghargaan kepada keluarga penyandangnya. Hingga khalid menjadi khaldun.

Keluarga Khaldun pertama kali tinggal di kota Qarmunah di Andalusia sebelum kemudian mereka pindah ke kota Isybilia (Seville). Dikota terakhir ini anggota bani Khaldun menduduki jabatan-jabatan penting. Ketika Dinasti Al-Muwahhidun mengalami kemunduran di Andalusia, Bani Hafs penguasa Isbylia hijrah ke Tunisia karena daerah kekuasaanya jatuh ketangan penguasa Kristen. Bani Khaldunpun ikut hijrah  kesana. Abi Bakr menjadi Gubernur di Tunisia dan anaknya Muhammad bin Abi Bakr menjadi Menteri Kehakiman. Walau kemudian Bani Hafs jatuh ketangan Al-Muwahhidun tetapi kakek  Ibn Khaldun yaitu Amir Abu Yahya al-Lihyani tetap menduduki jabatan penting. Walau demikian, anaknya yaitu Ayah  Ibn Khaldun tidak terjun kedunia Politik tetapi cenderung memasuki dunia pendidikan. Hal inilah yang mempengaruhi perkembangan keilmuan  Ibn Khaldun dimana guru pertama kali adalah ayahnya sendiri. Sebagaimana diketahui, dengan kegiatannya di bidang pendidikan membuat ia mempunyai waktu untuk mendidik putra kesayangannya.

Baca Kelanjutannya…

Pengertian Qira'at Sab'ah

Secara bahasa makna qira’ah adalah mashdar dari Qara’a yang berarti bacaan. Menurut istilah Al-Zarqani berpendapat qira’aat adalah madzhab yang dianut oleh seorang Imam qira’at yang berbeda dengan lainnya dalam pengucapan Al-quran serta disepakati riwayat-riwayatnya dan jalur daripadanya, baik perbedaan ini dalam pengucapan huruf-huruf maupun dalam pengucapan keadaan-keadaanya.

Sedang Ibn al-Jazari berpendapat Qira’at adalah pengetahuan tentang cara-cara melafalkan kalimat-kalimat Al-Qur’an dan perbedaanya dengan megembalikan/menyerupakan pada penukilnya.

More >

Generasi Bangsa dicetak dalam keluarga

Keluarga dalam Islam disebut usrah, nasl, ‘ali, dan nasb. Keluarga bisa terbentuk melalui perkawinan, persusuan, dan pemerdekaan. Kalangan antropologi memaknai keluarga sebagai kesatuan social terkecil yang dimiliki oleh manusia sebagai makhluk social yang memiliki tempat tinggal dan ditandai dengan kerja sama ekonomi, berkembang, mendidik, melindungi, merawat dan sebagainya. Sebuah keluarga minimal terdiri dari ayah, ibu dan anak.

Ahmad Tafsir dan juga banyak kalangan menilai bahwa keluarga merupakan lembaga pendidikan yang pertama dan lebih penting. Ada dua alasan kenapa pendidikan di keluarga lebih penting:

More >