Partai Keadilan Sejahtera (PKS) , siapa yang tidak kenal partai ini? Partai yang dengan asas Islam dan umurnya yang bayi ini sudah begitu fenomenal dengan menyabet 7,35 suara pada pemilu legislatif 2004, padahal pada awal beridinya pada pemilu 1999 PK hanya mendapat 1,3%. Fenomena inilah yang kemudian banyak membuat masyarakat khususnya Muslim menyandarkan harapan pada PKS untuk menjadi partai yang bisa maju dan menjadi tempat aspirasi masyarakat Muslim Indonesia khususnya. Ditambah dengan kenyataan sejak berdirinya yang bernama Partai Keadilan (PK) dan dipresideni oleh Nur Mahmudi, para kader PK mampu menunjukan loyalitas kepemimpinan yang baik dan sesuai dengan slogan yang didengungkan yaitu bersih dan profesional baik di tingkat daerah maupun nasional. Dalam pemilu 2009 harapan itu begitu besar, dengan yakin meskipun sedikit bergurau Hidayat pernah berujar bahwa perolehan suara PKS bisa sampai 30%.
Tetapi kenyataannya, pada pemilu 2009 ini PKS hanya mendapatkan 7,88%. Sontak hal ini menjadi pertanyaan, ada apa dengan PKS? bahkan jika dilihat secara kasar setidaknya PKS akan mudah jika hanya mendapatkan suara 14% saja pada pemilu 2009. Fenomena atau kenyataan ini setidaknya bisa dilihat dari sisi internal dan eksternal. Dari sisi internal, pertama banyaknya kritikan yang muncul kepada para politikus dan orang-orang di atas yang dinilai mulai “berubah”, kritikan ini datangnya dari para murobbi dan ustadz yang masih mengakar pada ideologi langit dan mempunyai massa. Kedua, kecendrungan PKS yang mendukung partai yang diprediksi menang justru kontra-produktif. Kecendrungan ini akhirnya melonggarkan syarat untuk memilih pemimpin secara Islami. Ini kemudian membuat para kader simpatisan merasa kecewa dan memilih mundur dari arena politik dan lebih memilih fokus pada jalur tarbiyah. Padahal, akan sebenarnya para simpatisan lebih bangga jika PKS mengajukan Presiden sendiri apalagi dengan optimisme yang ada bahwa mereka mampu meraih suara tinggi. Ketiga, para pengurus terlalu sibuk dengan politik, sehingga massa tidak terlalu diurus, liqo’-liqo mulai kendor dan aktifis kampus mulai diisi oleh kegiatan selain dakwah tarbiyah PKS. Hal ini juga yang mengakibatkan simpatisan di tingkat akar rumput merasa hanya dijadikan tangga bagi mereka, setelah itu tak diurus. Sedang dari sisi eksternal, PKS terlihat kurang menjalin komunikasi yang elegan. Mereka masih enggan bergaul dan berkomunikasi dengan mereka yang tak se-ide, padahal jika saja mereka mampu meramu pergaulan yang indah dengan sesama mereka, anggapan sebagian masyarakat yang anti dengan Negara Islam bisa meluntur dan tidak menaruh kecurigaan tinggi yang mengakibatkan mereka anti buta dengan PKS. Harapannya, tentu mereka mau memilih PKS pada pemilihan umum berikutnya.
Ibarat permainan sepak bola, PKS adalah sebuah tim sepak bola yang ikut berkompetisi dalam sebuah liga. Permainan tidak akan berjalan manakala tak ada pemain, pelatih, suporter dan juga penonton. Sebagai seorang penonton layaknya dalam sepak bola, sah-sah saja jika kemudian saya berkomentar akan sebuah tim tertentu layaknya saya mengomentari Real Madirid dengan segudang pemain kelas dunia dengan bayaran miliaran rupiah tetapi belum mampu menampilkan permainan sesuai dengan harapan jutaan penonton di dunia. Kritikan tentu bukan selalu dianggap kebencian, tetapi bisa dijadikan bahan evaluasi, pun begitu dengan kritikan ini bagi PKS.
Gambar: http://jarikmataram.files.wordpress.com/
saya rasa persoalan utama adalah karena pemilihan dukungan *partai* yang menuai kritikan dari berbagai pihak baik internal maupun eksternal..
hal itu yang membuat orang2/simpatisan bertanya2 mengenai keputusan tersebut, dan mulai kecewa dengan PKS..
dan hal tersebut di dukung oleh partai lain melalui media massa yang mencoba menyudutkan PKS dari berbagai sisi..
yah..
semoga PKS dapat lebih bijak dalam mengemban amanah…
hmm…mantap juga analisanya. pantas belajar politik disini neh…hehe
Saya mau komen tapi bingung
Bingungnya di mana nih?
Moga PKS bisa jadi baik dari tahun ke tahun…Salam kenal, saya wong Palembang juga. Seneng bisa liat blig wong Palembang seperti ini
Salam kenal juga Mba’/ Yuk. Iya saya dari Banyuasin tepatnya. Jgn bosan untuk datang lg.
Boleh kasih saran ga ? Kotak komennya dengan teks putih buat ayuk binun “Kok dak ado tulisannyo?” padahal sudah ngetik tadi. Coba buat tulisan or teksnya agak gelap. Biar enak komennya, ya….
Ayu’ pake Internet Eksplorer ya? emang kalo pake IE tulisan untuk komentar putih, jd ga kelhatn karena background jg putih.Klo di Firefox, Google chrome atau opera tulisan hitam dan background putih, jd kelihatan banget tulisannya. Blog ini ga cocok untuk Internet Explrorer kali ya???
belajar berpolitik lewat blogg ternyata asik juga ya…btw kemarin blogg ini ga bisa dibuka sama aku.. kena http.404….seperti aku juga kah?
Iya nih teh, sudah ada sih bberapa temen yg bilang loading blog ini luaamaaa banget. Tp klo saya buka sendiri biasa aja, internet saya juga biasa, lbh cptan warnet, aplg speedy. Dan dari pertama buat ni blog saya udah usahakn pake theme yg biasa, gak ada header bergambar, sidebar jg ga diisi gambar (page rank, iklan, dll) kecuali feedjit, skrang feedjit jg udah saya buang. Tp knp masih bgt ya?
harus cari jawban dari para master nih.
wah, nggak ngeti partai saya om. tapi ini kritik membagun
yang jelas gue sangat kecewa ma PKS gara gara ini , menyebalkan………………………………
makngah ngaku deh..makngah awam banget tentang politik . . tapi baca ulasan mas ni’am asyik juga ternyata.
.-= Tulisan terakhir makngah lena ..Ada apa dengan dirimu , listrik ku ? =-.
Wah betul sekali sobat… saya sendiri salut tuh sama partai yang satu ini.. pengkaderannya bagus.. tapi kenaikannya pada pemilu kemarin kok meleset dari perkiraan yah… semoga aja bisa bertahan dengan idealismenya.. saya banyak kenal juga dengan kawan2 di legislatifnya
saya sudah lama mengkritisi pola PKS belakangan.tdk nampak jauh berbeda dibanding partai politik lainnya..
however, analoginya begini : dalam suatu bak air, kelak ada suatu masa ketika bak itu harus dibersihkan..menurut saya, saat ini PKS harus mulai berbenah utk membersihkan dirinya dari orang2 lama “yg mgkn skrg udah mulai kotor”..IMHO
.-= Tulisan terakhir Maghleb ..perempuan lebih banyak dari laki-laki??? =-.
Hemm maybe betul, betulkan Ipin?
masukan yang cerdas.. kader PKS harus banyak belajar dari perjalanan politik mereka… kalo mau jujur, tetap fokus di jalan dakwah adalah lebih terhormat dari pada turut hiruk-pikuk mendukung pemerintah yang tak jelas seperti sekarang… salam sukses…
http://sedjatee.wordpress.com
.-= Tulisan terakhir sedjatee ..Gerimis November =-.
setuju analisanya bung….semoga ini bisa menyadarkan politisi PKS yang mulai rada-rada lupa akan khitohnya…partai dakwah…
Ikutan, setuju juga.
love PKS
p cabar semangat
salam hangat dari blue
bung niam…………..!!!!!!!!!anlisa sampaean memang msk di akal tpi prlu anda ingat teori itu biasanya tidak sesuai dengan apa yg ada di lapangan krna orang indonesia itu hanya bisa berkomentar,tpi knyataanya semua nol besar…………
Satu lagi orang yang meng-agung agungkan PKS, seolah PKS itu agama. ck ck ck ck ck
sory mas…………………..!!!!!!!!!!!!gw gak pro PKS tpi gw GOLPUT xixixixixixix